Fifteen minutes before I end up this month

Sunday, 31 May 2009

Kalo di lihat dari archives di sebelah, sepertinya bulan ini adalah bulan yang produktif bagi gue buat menulis karena jumlahnya paling banyak di antara bulan yang lain. Dan gue rasa ini adalah tulisan terakhir di bulan ini sebelum bulan-bulan ke depan gue bakal tidak seproduktif kemarin menulis di sini.

Mata gue udah up and down dan kepala gue juga udah kliyengan sebenernya. Tapi ada beberapa hal yang gue pelajari selama beberapa waktu terakhir ini. Dan gue benar-benar ingin membaginya di sini.

Gue udah 17 tahun dan sebentar lagi akan menginjak 18 tahun di mana udah bisa dibilang 17++ dari masa hidup gue selama ini. Dan gue merasa masih belum berkontribusi lebih bagi keluarga khususnya orangtua. Dalam hal ini tidak hanya soal material tapi juga moril walaupun memang yang gue khawatirkan adalah yang pertama. Karena kalau dilihat-lihat, selama 17 tahun gue tidak bisa memberikan apa-apa selain meminta, meminta, dan meminta. Sejujurnya gue malu kalau misalnya lagi nonton bareng di ruang TV trus ada acara yang berisikan tentang segala macam jenis success youth people yang inspiratif. Really, gue benar-benar menohok banget kalo mengalami hal itu. Yang selalu terlintas di pikiran saat itu adalah "Selama ini lo ngapain aja May?".

Gue tidak mengatakan apa yang telah gue alami selama 17 tahun kebelakang khususnya masa di mana gue belajar banyak hal itu tidak berguna bagi gue, ngga-ngga, sama sekali berguna, sangat berguna. Tapi apakah cuma sampe di sini gue doang yang merasakan itu berguna? Gimana dengan orang-orang di sekitar, apa udah ngerasain manfaat dari apa yang telah gue lakukan selama ini? Nah kayak gitu tuh pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di otak gue sekarang.

Yah gue cukup memaklumi dengan segala kegiatan yang menyita waktu selama ini, sungguh gue sama sekali ngga menyesalinya karena gue merasa itu adalah bagian dari keinginan gue yang tentunya udah gue pilih dengan pertimbangan yang matang sekaligus gue ingin itu bermanfaat buat ke depannya. Dalam hal ini juga termasuk soal kuliah, bukan berarti yang non-akademis aja. Sama aja dengan kuliah yang selama ini gue habiskan waktunya dari jam 8 sampe jam 4. Cuma, apa gue udah bisa memberikan manfaat atau feedback ke orang-orang di sekitar khususnya orangtua gue setelah gue meminta mereka untuk memberikan gue kesempatan dan segala fasilitas yang udah mereka kasih selama ini? Well, that's the point, yang semakin lama semakin terasa kalo gue ulang-ulang terus. Hahaha.

"Gue harus melakukan sesuatu. Gue harus melakukan sesuatu!". But what? Keinginan itu muncul tapi tidak diikuti dengan jawaban dari apa yang harus gue lakukan. Liat aja dari sisi akademis, gue bukan tipe anak yang pantas untuk dibanggakan karena nilai-nilai yang tinggi. Karena seriously, otak gue tidak memacu gue untuk berorientasi pada nilai walaupun gue tahu itu sangatlah diperlukan. Tapi apa daya, gue hanya berfikir bahwa nilai hanyalah sebuah patokan yang muncul buat gue supaya gue bisa melewatinya. Ya, melewatinya. Terdengar tidak bertujuan hidup memang, tapi ya begitulah gue lebih memilih untuk menjalani segala sesuatu dengan menikmati apa yang gue senangi tanpa harus diatur ini begini itu begitu. Padahal hidup itu kan ngga sebebas yang kita kira, banyak hal yang ngga sejalan sesuai dengan keinginan kita.

Bahkan cita-cita pun masih abstrak melayang ngga tergambarkan di kepala gue walaupun ada beberapa keinginan cuma belum melihat probabilitas kemungkinan akan kepastiannya. Dan bagaimana cara gue untuk meraih itu semua pun belum terencanakan di otak sama sekali.

Kemaren gue ngobrol banyak sama temen-temen gue, dan gue berfikir gilak yah bentar lagi ngga lama kita udah menginjak twenty something. Kalo dibilang terlalu awal bagi gue untuk mengkhawatirkannya di saat sekarang juga ngga, karena sejujurnya gue benar-benar sudah was-was! Apa bisa selama beberapa tahun ini gue merencanakan segala sesuatunya. Dulu pas lagi cerita sama salah seorang teman gue bernama Ai, gue pernah merencanakan hidup gue selama 10 tahun ke depan. Tapi ternyata, segala sesuatu tidak berjalan dengan sesuai apa yang telah direncanakan. Rencana gue gagal? Ya, tapi gue merasa gue mendapatkan hal yang lebih baik, insya Allah. Cuma bagaimana gue beradaptasi supaya apa yang gue dapatkan selama ini bisa mengantarkan gue mencapai rencana yang itu atau dengan membuat rencana yang lain-lah yang sulit.

Ya ampun, terlalu cepatkah bagi gue untuk memikirkan ini? Mungkin sebagian dari kita semua bisa bilang "Ngga papa kok, toh kalo ini bisa membuat kita siap siaga." Atau mungkin sebagian juga bisa bilang "Santailah, masih muda ini. Nikmatin aja hidup lo." Gue mencoba untuk menjalaninya dengan santai, tapi bukan berarti gue berleha-leha dan tidak mempersiapkan segalanya.

Jadi, go ahead and get your dreams.
Terima kasih untuk orang-orang yang selama ini telah menginspirasi gue dalam hal berfikir seperti ini. Karena kalau gue begini terus, kapan gue bisa sadar?

Read more...

The last day of this month for being a homebody; BARA PATTIRADJAWANE I'm here!!! I did it yeahs



Berkat nonton suami gua kemaren masak (Bara Pattiradjawane), gue jd tergiur untuk mencobanya di rumah. Well, hari ini gue benar-benar menghabiskan waktu di rumah, ngga di rumah juga sih tadi sempet nemenin bokap nyokap belanja bulanan. Gilak, gue hari ini berasa anak tunggal! Kakak gue tiga-tiganya ngga ada di rumah hari ini, walhasil nemenin mereka deh ngarrefour. Dan gue sekonyong-konyong langsung merencanakan untuk membuat Roti Bawang! Yeah! Eng ing enggggg........ kalo di plurk ada emoticon (dance) tapi sayang di sini ngga ada.

Huahaha garlic bread biasa sih cuma yaaah gimana ya kalo bikin sendiri kan berasa aja gitu nikmatnya. Akhirnya tadi gue seenaknya aja emak gue lg belanja gue ambil roti baguette, peterseli, sm keju quick melt. Berhubung tadi gue liat emak gua udah ngambil mentega banyak jd yah tinggal beli itu.

Nah sampe rumah langsung masaklah gue tanpa tedeng aling-aling. Apa kek nyari resepnya dulu gitu di internet. Ini ngga sama sekali, sotoy abis!



Huaaaaaaa. Gua tegang. Halah hahahaha leboy. Emak gue kayak ngga mau tau gitu tapi dia boalk-balik ke dapur ngeliatin gue masak. Gilak ya sumpah yang namanya masak itu susah. Kata nyokap gue, tuh kan makanya bersyukurlah Mama masih bisa dan mau masakin, yg namanya masak itu ngga gampang. Hehe gue jg kan masih nyoba-nyoba dan ini jg gue dari kemaren bikin ini bikin itu karena iseng-iseng doang. Tapi beneran deh, nyincang peterselinya itu loh! Bikin kesel banget. Mana pas adonannya udah jd gue lupa suatu hal yang paling utama lagi. yaitu BAWANG PUTIH. Huahahahaha pantesen kayaknya ada yg kurang ternyata gue belum nyincang dan masukin bawang putihnya. Sungguh tol........tolong ya May itu lah yg utamanya, kalo ngga ya bukan grlcbrd namanya. Ih gue suka deh nulisnya grlcbrd. Huahahaha ngga penting.

Kalo di plurk ada emoticon (woot) pas ngeliat hasilnya gini nih.


Read more...

Where is the moment we needed the most? You kick up the leaves and the magic is lost

Friday, 29 May 2009



I thought that they (Manchester United) would be the winner, but I was wrong. Barcelona is really more than a team, they made me absolutely staggered and speechless. I always support Manchester United but we have to admit that Barcelona deserved to get a standing ovation in the culmination.



Yesterday, I was locked by the door. Sooooooooo stupid. 30 minutes stupefied at the back of a bathroom's door and cursed the door leaves for getting me out. Huge thanks for the carpenter and enough for my sisters who were act very not decorous to laughed at me all the time. I was just an innocent who were tricked down by a.........DOOR.



Again and again, my stupidity. I forgot to bring my final exam legitimation paper. I was walking down the stairs on and on back and forth from the third floor then to another building. I didn't notice to bring my bag, it was a panic so I apologized, because I just had my an hour ten minutes remaining time to do the exam. Then, on the two last days, fifty bucks have to be turned out dramatically from my pocket (with a dramatically back sound too for sure). AKH!

Read more...

Is it any wonder?

Saturday, 23 May 2009

I..I always thought that I knew
I'd always have the right to
Be living in the kingdom of the good and true and so on
But now I think how I was wrong
And you were laughing along
And now I look a fool for thinking you were on, my side

Is it any wonder I'm tired
Is it any wonder that I feel uptight
Is it any wonder I don't know what's right

Sometimes
It's hard to know where I stand
It's hard to know where I am
Well maybe it's a puzzle I don't understand
But sometimes
I get the feeling that I'm
Stranded in the wrong time
Where love is just a lyric in a children's rhyme, a soundbite

Oh, these days
After all the misery you made
Is it any wonder that I feel afraid
Is it any wonder that I feel betrayed

Nothing left inside this old cathedral
Just the sad lonely spires
How do you make it right

Oh, but you try

Read more...

Yesterday's Today's and Tomorrow's Capture

Read more...

Inconsistency pt. II

Saturday, 16 May 2009

Akhirnya, gue menonton juga Angels & Demons setelah berencana untuk menahannya hingga gue selese UAS. Tapi sungguh ku tak bisa...

Well, gue ngga membaca bukunya, sama seperti ketidakmampuan gue untuk membaca buku dengan level of imagination yang terlalu tinggi untuk orang-orang seperti gue. Iya, orang-orang yang lebih menikmati buku romantis dan historis semacam Nicholas Sparks atau Jane Austen punya. Gue sama sekali tidak bisa membaca buku karya orang-orang jenius semacam JK Rowling, Stephanie Meyer, atau Dan Brown. Bahkan penulis sekaliber Indonesia Andrea Hirata pun ngga pernah gue baca! Hahaha. Yeah, whatever it'll be said, I enjoy it.

Jadi gue lebih memilih untuk menonton filmnya, walau orang-orang selalu beranggapan apa yg digambarkan sebuah film yang diangkat dari sebuah buku sangatlah jauh hasilnya, seperti gue yg lebih suka versi bukunya A Walk to Remember ketimbang filmnya, tapi buktinya saking tergila-gilanya sama tuh buku, gue nonton sampe belasan kali tuh filmnya.

Tadi gue nonton sama Kak Galuh, gara-gara gue ngajak dia nonton setelah kita ngobrol tentang Freemason. Yang ingin gue pertanyakan di sini adalah, siapa sih Dan Brown? Tadinya gue kagum dengan karakter fiktif Robert Langdon, tapi ternyata gue lebih kagum dengan penciptanya, Dan Brown. Mengapa ia sejenius itu? Hahaha sama seperti reaksi gue kalo abis nonton film-filmnya Harry Potter. Mengapa JK Rowling sejenius itu? Well, gue ingin membuka sebuah kejujuran dari lubuk hati yang terdalam, Anda boleh tertawa, boleh jungkir balik, maupun kayang atau lilin. Karena gue belum pernah nonton Twilight! Huahahahahahaha. Tertawalah, karena menurut gue itu hal yang wajar kalo gue belum nonton, tapi setiap gue bilang gitu sama orang, kenapa orang-orang selalu tertawa? Cih. Hahahaha.

Alasan kenapa gue tidak memberanikan diri untuk menonton Twilight adalah, karena gue tau, ujung-ujungnya gue bakal addicted dan tergila-gila dengan karakter Edward Cullen! Hahahaha, tattuuuuuutttt. Jadi hingga sekarang gue tidak mau menonton itu, cukup sudah gue tergila-gila dengan karakter Landon Carter yang awalnya menyebalkan tapi ujung-ujungnya gue kagum karena kesetiaannya. Apalagi Edward Cullen yang behavior-nya sangat membuat setiap wanita jatuh hati saking tulusnya ia dengan Bella Swan. Dan untungnya, gue sama sekali tidak penasaran dengan Twilight. Tapi, mendengar si Dakota Fanning bakal main di yg New Moon, membuat penasaran gue muncul supaya nonton. Akh!

Oh iya mengenai Angels & Demons the movie, memang jauh beda ya dengan Da Vinci Code yang sangat kelihatan menentang Gereja. Kalau di sini, terlihat sekali pro-Gereja nya. Dan gue sangat kagum dengan apa yang dikatakan oleh si Pemimpin Rapat bahwa "Setiap agama memiliki kekurangan." WOW!

Yah, yang gue dapatkan adalah, tujuan awal dari para Illuminati sebenarnya memang untuk kebaikan, di mana ilmu pengetahuan itu ada dan akan terus ada walaupun tidak selalu berjalan berdampingan dengan agama. Karena ilmu pengetahuan bekerja untuk selalu mendapatkan akar dari mana segala sesuatu di dunia ini tercipta, namun agama lebih mengajak kita semua untuk menghargai apa yang telah tercipta. Dan hal ini menyebabkan masalah yang akhirnya berlarut-larut hingga sekarang dikarenakan kondisi pada saat itu yang memaksa ilmu pengetahuan dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dengan agama. Kita tidak memungkiri bahwa seorang Galileo, menemukan teori heliosentris tentu untuk kebaikan akan kemajuan ilmu pengetahuan. Namun karena bertentangan dengan apa yang selama ini telah didoktrin oleh Gereja, maka semua yang berhubungan dengan sains pada saat itu dilarang. Dan itulah yang menyebabkan para Illuminati memberontak dan sekarang, mencoba untuk membalas dendamnya. Patrick (McGregor) benar-benar seorang illmunati yang menunjukkan bahwa kejahatan tidak selamanya harus ditunjukkan dengan kekerasan. Well, mungkin itu yang ingin disampaikan oleh seorang Dan Brown.

Gue pertama kali mendengar Illuminati dari internet, di mana gue mendapat email dari entah siapa yang mengirimkan info mengenai Freemason. Awalnya gue pikir itu cuma hoax atau apalah itu namanya yang kaskus punya. Karena gue tidak terlalu mengikuti kaskus, jadi gue cuma baca-baca hal yang menarik-menarik aja. Dan sungguh hal itu masih membuat gue percaya tidak percaya mengenai Freemason masa kini. Karena ternyata banyak orang-orang hebat dari masa lampau yang berjasa membuat dunia ini berjalan lebih baik merupakan duta Freemason. Termasuk Catherine the Great, wow. Lalu gue pun mencari-cari info, dan makin lama hal ini mengaitkan kita mengenai masalah yang tidak pernah kunjung selesai, Yahudi dan Islam.

Hoahm. Gue ngantuk, kita lanjutin kapan-kapan aja ya pembahasannya. Haha

Read more...

Rapel Cerita Buat Menutup Seminggu Lebih Ke Depan

Monday, 11 May 2009

"My greatest fear is having the sudden thoughts that only appear on my mind and with saying it and it happens." --Dustin Hoffman

Hari ini gue dikejutkan dengan sesuatu yang sebenarnya bukan karena isinya yang bikin kaget, tapi karena yang terucap oleh mulut ini ternyata benar-lah yang sedikit membuat kekhawatiran. Tolong, apakah saya Tuhan? (minta ditabok). Amfun ya Tuhan.

Berawal dari tebak-tebakan berhadiahnya si Amalia Hapsari, ngga nebak juga sih cuma asal ngomong pas lagi ngobrol dan ternyata oh ternyata... benar kata pepatah, mulut adalah harimau, terlebih lagi macan, yang bisa menerkam siapa saja yang lewat di depannya. Hehe ngga nyambung juga sih sama pepatahnya. Cuma pengen menyingkronkan aja bahwa kita harus berhati-hati terhadap perkataan kita.

Emang apa sih? Hadogh! Bisa berabe kalo diumbar di sini. Jadi gini intinya, lagi cerita-cerita sama Lia kemaren. Trus pas lagi ngobrol, gue asal ngomong aja nyebut sesuatu itu, dan ternyata benar. Gilak, kurang Mama Laurent apa coba? Huahahaha berkali-kali mengalami kejadian seperti itu. Mungkin suatu saat nanti ada toko di sebelah rumah gue, semacam penyedia jasa layanan Fortune Teller atau Palm Reading atau Primbon sekalian dengan bintangnya........... Madame Mayang. (ngeyel)



Oh iya, si Beha alias Achmad Baihaqi lagi heboh dengan komen orang-orang di blognya tuh. Gue jadi suka ngikutin walaupun memilih untuk berkomentar senetral-netralnya. Mengenai film yang baru saja ditonton olehnya, dan seperti manusia-biasa-yang-baru-keluar-dari-studio-bioaskop, terkadang kita sukalah itu apa yang namanya ngedumel, menggerutu, memuji, kagum, atau bahkan mencaci-maki dan bahkan bilang kalo pengen nonton lagi, yah pada intinya berkomentarlah tentang filmnya. Sayang sekali hal ini tidak bisa disatukan dengan masih minimnya kebesaran jiwa masyarakat Indonesia untuk menerima segala bentuk opini yang ditujukan kepadanya.

Sebenernya gue agak menohok juga dengan komen dari yang nulis kalo dia sutradaranya tentang "kerja keras crew". Itu memang sungguh patut buat dihargai. Dan gue salut dia mau mengakui bahwa "kritik adalah pelajaran". Tapi masih ada nada-nada sindiran yang membuatnya terlihat tidak arif. Jadi yah gue cuma cukup komentar dengan berlagak sok bijak sama Beha bahwa seperti apa yang dikatakan oleh Soekarno, untuk menjadi orang itu harus dipenjara terlebih dahulu. Nah, dapet kan intinya?

Gue pikir tidak ada salahnya untuk berkomentar toh negara ini demokrasi kan katanya. Apalagi kalo udah menyangkut soal film, ya wajarlah, ada yang suka ada juga yang ngga. Kecuali kalo untuk urusan personal ye, bakal lebih baik kalo ngomong langsung biar jelas. Tapi ini film, setiap orang bebas berkomentar walau memang harus disaring juga demi kebaikan orang-orang yang terlibat di dalamnya supaya bisa ngambil positifnya.

Well, gue belum pernah nonton tuh film, tapi melihat kehebohan itu, gue jadi pengen nonton. Nah kan, ada sisi positifnya juga, ternyata bisa menambah 1 orang lagi yang pengen nonton. Waduh, apa ini sebuah konspirasi supaya banyak yang nonton? Huahaha ngga-ngga, mendingan jangan mikir yang jelek-jelek. Keep working aja Beh, seperti apa kata Jamie Sullivan terhadap pertanyaannya Landon Carter. Emang deh yah mantaf banget kan A Walk to Remember.

Ngomong-ngomong soal konspirasi, jadi inget tajuk-tajuk terkemuka minggu ini mengenai penangkapan Antasari Azhar. Masih tidak ada kejelasan. Bikin penasaran banget ya. Tapi yang bikin kesel, tadi gue nonton berita sama bokap nyokap mengenai tertundanya pembentukan Undang-Undang Tipikor oleh DPR.

Bokap gue bilang,
"Ya iyalah ngga dibikin-bikin, wong kalo dibikin sama aja DPR menjerumuskan dirinya sendiri karena banyak anggotanya yang korupsi."

Kalo kata emak gue,
"Ngga ada uangnya, jadi ngga dibikin-bikin."

Huahahaha. Pendapat yang berbeda tapi memiliki satu tujuan yang sama. Si Gayus Lumbuun anggota DPR yang juga anggota pansusnya bilang, karena sedang sibuk Pemilu Legislatif kemaren jadinya pembentukan UU Tipikor tertunda, maka dari itu akan segera dibuat bulan Agustus. Bulan Agustus bukannya udah ada legislator-legislator baru ya? Weleh weleh.

Kalo udah begitu, tentunya Pengadilan Tipikor bakal bubar dengan sendirinya karena ngga ada UU yang ngatur. Jadi segala kasus korupsi yang ditemukan oleh KPK bakal jatuh ke pengadilan yang biasa, yang dalam hal ini melibatkan Kejaksaan dan Kepolisian. Hadogh, lagi-lagi gue harus miris kalau harus melihat Herman Supandji dicecer karena kelakuan anak buahnya.

Ngomong-ngomong soal DPR yang ngga selese-selese bikin UU, gue jadi takut nih, masih banyak tugas yang belum gue selesaikan. Gue ngga mau jadi kayak mereka. Oh iya seminggu lagi UAS, sudah cukup bosan kan mendengar kegundah-gulanaan gue mengenai kuliah? Ya sudahlah ya, kita lihat saja nanti, barangkali gue akan off selama dua minggu dari iseng-iseng nulis di sini. Karena sebelumnya kemaren gue nekat masih ngeblog pas lagi UTS. Alhasil, terbukti bahwa penyesalan selalu datang terakhir. Mungkin memang bukan hanya karena ngeblog, banyak faktor lain, jadi mulai sekarang sadarlah kau Mayang.

Dari minggu-minggu setelah UTS kemaren gue udah mulai nyicil-nyicil dikit walaupun masih dalam suasan hectic, jadi doakan saya yaaaaa! Supaya bisa menempuh segala konsekuensi akibat kemaren yang harus dipertanggungjawabkan oleh gue saat ini, hehe.

Kan sebelumnya gue pernah bilang, I will run my best to chase something big out there, dan kali ini with better way.
Semangat!

Read more...

3 Elements : Learning, Earning, & Yearning

Thursday, 7 May 2009

Wah-wah-wah ini singkron sekali...
Career choice--I could have been a painter painting life in a rush.
All I saw in a day on canvas with my brush.
But I was just painting my life in a song.
Getting all the chords right getting all the words wrong.
I could have been so much.
But I wasted my time on useless guitars.
I could have been so much.
But I'm not, and I'm glad, and I'm glad.
'Cos when I was a kid I was best at whatever I did...


Gue (me)rindu nyanyi lagu ini sambil teriak-teriak bareng Citta...
Don't say you love me--We've done this once and then you closed the door
Don't let me fall again for nothing more
Don't say you love me unless forever
Don't tell me you need me, if you're not gonna stay
Don't give me this feeling, I'll only believe it
Make it real or take it all away

Read more...

Tomorrow Dag Dig Dug

Monday, 4 May 2009

Kali ini, siklus tidur gue tidak lebih baik dari kemaren. Entah kenapa ngantuk dan capek aja, barangkali ini akumulasi dari siklus yang kemaren-kemaren hehe. Kalo lagi banyak pikiran, bawaannya tidur jadi ngga bener, tidur bisa tapi suka kebangun abis itu tidur lagi trus kebangun lagi. Berarti emang pikiran yang selama ini menghantui gue harus segera diselesaikan tentunya. Gue beneran kepikiran banget masalah kuliah, kalo udah muncul itu pasti bawaannya gue langsung deg-degan entah kenapa. Kalo denger orang ngomongin tugas, gue langsung kepikiran tugas-tugas gue. Kalo orang ngomongin bolos, gue langsung kepikiran bolos-bolos gue yang memprihatinkan haha. Gue yakin banget semester genap ini ngga bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari semester kemaren. *ouch. Kalo katanya Gaeby, itu semua tergantung dari sugesti gue mau lebih baik atau ngga, mau bisa atau ngga, mau optimis atau pesimis. Emang iya bener apa yang dibilang Gaeby, tapi buat munculin sugesti yang udah kecampur-aduk sama perasaan deg-degan dan keyakinan kalo naudzubillahimindzalik gue ngga bakal bisa itu susah banget loh.

Tadi gue ngomong sama emak babe gue soal SP. Well, mereka memang sama sekali tidak ada masalah. Cuma satu yang mereka tekankan, ”Kalo emang SP bisa ngebikin kamu lebih banyak ngambil manfaatnya buat ke depan, ya udah kenapa ngga dijalanin aja.” Yaaah maksud ”manfaat” di sini adalah nyodok dan bisa lulus cepet serta nilai gue yang kemaren-kemaren bisa lebih baik nantinya, terus gue mikir lagi, buat jurusan gue, yang namanya lulus kurang dari 4 tahun itu ajaib dan mukjizat banget, Sri Mulyani aja lulus 4 tahun hahaha. Terus gue mikir lagi, ada resiko yang harus gue ambil ketika gue memutuskan untuk ikut SP, yaitu kalo nilai gue jatoh pas SP, tentunya bakal ngejatohin jauuuuuhhh banget nilai-nilai gue yang kemaren. Tapi kalo nilai gue tinggi, bakal naikin nilai gue yang sebelumnya ngga lebih dari berapa persen. Yahhh gitu sih kata orang-orang, gue belum tau juga. Selama ini gue cuma bisa nanya-nanya orang aja kayak gimana.

Libur tiga bulan gue tadinya pengen gue habiskan buat cari kerjaan lain kayak magang dimana gitu, yah kerjaan di dunia baru yang bisa ngajarin gue banyak hal, gue tuh suka banget yang namanya mencoba-coba sesuatu, suka sotoy. Hadogh gue pengen banget balik ke Universal, aaarrrhhh. Depok-Sudirman bakal gue kejar dan tempuh kalau saja tidak ada SP haha. Ya sudahlah, apapun keputusannya, gue harus selalu melakukan yang terbaik supaya ngga ada kekecewaan nantinya.

Buat urusan pelajaran, bokap nyokap gue emang orangtua yang tipenya ”Kamu yang ngejalanin, mau baik atau buruk, kamu yang bakal ngerasain akibatnya.” Ngga cuek juga sih, tapi lebih ke pada ngajarin gue buat selalu tanggung jawab sama apa yang udah gue putuskan. Pas SMA, bokap gue pernah dipanggil ke sekolah gara-gara apa ya gue lupa, remedial lebih dari 10 mata pelajaran apah? Dan bokap gue sama sekali ngga marah meeeeeeeennn, yah emang bokap gue beda sih sama nyokap, dia eh beliau emang jarang marah, tapi sekalinya marah hiyaaaaah gempar deh dunia. Kalo emak gue sih, cerewet banget waktu itu. Tapi dari situ gue malah lebih sadar dan nilai gue juga akhirnya naik walau pada akhirnya tetap aja emang udah takdir gue untuk selalu menjadi orang yang FLUKTUATIF dalam hal akademis.

Pas SMP gue inget banget gue rangking 12, tiba-tiba aja gue rangking 2 di kelas aksel, meeeeennnn gue rangking 2 di kelas yang kata orang ”Ih apa sih anak aksel.” Ngga bermaksud sombong sumpah. Cuma pengen nunjukkin seberapa labilnya gue aja dalam hal akademis. Gue aja bingung kenapa kok bisa. Trus tiba-tiba abis itu gue langsung jatoh lagi jauuuuuhhhh banget ke rangking berapalah gue lupa.

Oh iya gue mau cerita soal kejadian gue di Bikun huahahahahaha. Hari apa ya, hari rabu yang lalu, gue sama Gaeby pulang naik Bikun, dia turun di Kutek, gue turun di Gerbatama, nah pas dia udah turun nih, di Bikun AC yang baru sedep asoy itu kan suka muterin lagu-lagu gitu kan yah, kadang dangdut kadang Maroon 5, terkadang Naff kadang Mulan Jameela hahaha. Iya nah tiba-tiba aja keputer lagu Nina Bobo. Kali ini Nina Bobo versi setan kuntilanak apalah itu! Anying serem banget sumpah, jadi tuh lagunya kayak ngga ada irama eh nada eh suara eh lagu iya itu maksud gue ngga ada musiknya. Jadi cuma ada suara wanita nyanyi Nina Bobo tanpa musik, jadi kayak bersenandung nidurin anaknya gitu. Gilak seremnya minta ampun sampe penumpang Bikun yang lain pun pada ketakutan dan minta lagunya diganti huahahahahaha.

Dan menurut gue, itu kocak banget sumpah, gue ngga tau kenapa bisa ngerasa hal itu kocak banget apa karena ngeliat orang lain ketakutan atau emang suasananya yang sebenernya merinding tapi gue nya ngga sadar atau apa, walhasil gue ngga bisa nahan ketawa, yaaah tau sendiri gue emang paling susah kalo disuruh nahan ketawa, karena emang gue easily-consoled. Dan tertawa ngakaklah gue, sumpah itu gue beneren ketawa ngakak sengakak-ngakaknya. Dan pas gue ngakak, gue ngeliat orang-orang di sekitar gue pada merhatiin gue ketawa. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Pikiran yang terlintas pada saat itu juga, apa gue dikira orang gila ya? Mana gue duduknya di kursi paling belakang lagi, dan dipojok! Hiyaaaaahhh. Saat itu juga gue mencari-cari barangkali ada orang yang gue kenal yang bisa gue ajak ketawa bareng juga. Tapi tidak ada! Sitmeeeeeeeeennnnn, akhirnya gue terdiam dan membiarkan orang lain berfikiran yang macam-macam tentang gue. Ya sudahlah, toh bentar lagi juga gue turun.

Tiba2 ada orang cowok ngga tinggi palanya botak pindah dari berdiri trus duduk di sebelah gue dan nanyain
”Turun di mana, Mbak?” sontak gue kaget kan, kali ini gue yang berfikir macam-macam.
Trus gue nanya ”Oh, siapa, saya?”
”Iya.” dia bilang.
Trus gue jawab ”Oh, di Gerbatama.”
Abistu dia komentar, ”Wah, jauh banget dong yah muternya.”
Trus gue cuma senyum dan ngekek aja.

Dalam pikiran gue, tenang Maaaaaaasss, gue bukan setan yang suka lama berada di dalam Bikun kok, walaupun emang gue suka kalo muter dulu biar bisa ngadem bentar.

Read more...

Another chasing pavement

Saturday, 18 April 2009

As what I have said before, maybe a few months ago, when I tried to consider something between my unstopping infatuation and what I never been thought. Then, a verse of a song was back and forth in my mind tried to make me realized that when you tried your best but you don’t succeed, when you get what you want but not what you need

And in the end, I thanked God, and (now) it is still being what I need. But time goes by and I was walking too far ahead, and thought that there must be more to life than chasing down every temporary high to satisfy me

There are always some people like me who do not really pay attention to the quantitative one, but it is not always that rough, because actually, we have to make it balanced. So the tension is here, the tension is here, between whom you are and who you could be, between how it is and how it should be

I used to be born as a human which ever been in ups and downs, these high and low encouragements, and all the unstable conditions which dynamically stay in the fluctuation time. And I am ready for all the consequences that I did, and also admitted that yes I was burned but I called it a lesson learned, mistake overturned so I call it a lesson learned


So I pull myself to think that I'll never give up, never give in, never let a ray of doubt slip in, and if I fall, I'll never fail, I'll just get up and try again

Well, thanks for the fix you, there’s gotta be more to life, dare you to move, as I am lesson learned, and win. I will run my best to chase something big out there—I only have a month.

Read more...

Nyempil lagi deh kayak upil

Wednesday, 15 April 2009

Selagi stres, pusing, hectic, dan dikejar-kejar, mari menulis sejenak. Gue ingin membuat suasana yang tegang semakin tegang, hahaha. Kadangkala, hati yang lelah letih lesu loyo lemah lunglai lebay ini harus dibuat panik supaya terstimulasi. Menurut gue, coolmeeeeeennnn when you have to do what you have to do, and you make such a little thing which ain't going on your way with doing some thingumajigs.

Tugas menumpuk kayak pupuk di gubug minta ditimpuk. Padahal besok si anu minta semuanya dikumpulin, lebih bikin panik lagi belum semuanya tersalin, yang satu lagi musti siap-siap ditanyain, pas disuruh maju ternyata presentasi belum dibikin. Apalagi ya yang belakangnya in in in.

Aduh gue udah semakin gila ini,
Bikin pantun buat lagu-nya Project Pop.

Ah udah ah, kayanya gue udah mulai panik nih. Waktu semakin dekat, 9 jam lagi, oh tidak-tidak.

Siasat pertama gue lakukan dengan meminjam buku. Kedua dengan minum dua jenis kopi untuk satu jenis alasan yang sama. Kita lihat saja hasilnya. Satu hal yang sudah pasti, besok gue akan duduk manis sambil menelungkupkan kedua tangan di dahi menunduk ke bawah berkali-kali. Dan mata gue udah ngga tertahankan kantuknya.

Read more...

A homebody is being home

Saturday, 11 April 2009

A homebody does not always feel bored. A homebody practically uses this time to enjoy what we call as a life, doing some kind of unimportant things which are not really have to be done. A homebody reading pages by pages of Vahdventure Storybook by Vahd, the imaginative book one, leads us to come back to the time when we were a child.

Bottle Love Story
Story written by Vahd Mulachela


Once there was a time and once there was not, a time when bottles were in love with each other. In a supermarket, a tomato ketchup bottle was in love with a perfume bottle. They were on the shelves, on a corner next to each other. Up there was the ketchup bottle; down there on the opposite lower side was the perfume’s.

But you know, bottles were very smart at hiding their feelings, that even the shop keeper didn’t realise a thing of their romance.

It was not only because this perfume bottle was sweet, that the ketchup bottle adored, but also because... “she was tall and she has beautiful style. She was made by professional designers, and was decorated with red cap as if it was her summer hat. The contour of her glass was smooth and shining like skin of an apple, made of crystal-like material, so clear and reflecting light. If a scent of perfume by which she was filled blew in the wind; it brought dreams of a peaceful spring. Anyone who smells it would love to hold her closely and never let her away,” said the ketchup bottle.

But the ketchup bottle was up there where dust usually rests. Its design was much simpler; its personality was shaped by an image of tomatoes that filled it. Red, and doesn’t smell very pleasant compared to a flower. Thus the ketchup bottle was shy, and could only stare at the perfume bottle from a distance and unable to tell of its passion.

Until one day, a young couple of costumers came in to buy cologne. As soon as the woman found the prettiest one, which was this perfume-in-red-capped bottle, she decided to buy it.

For its good price the shop owner was happy; but the ketchup bottle was left broken hearted and of course it felt jealous. Can you imagine that???

The ketchup bottle would think of committing suicide by slipping out from someone’s hand and breaking apart on the floor, since it didn’t have legs to jump by itself. Or else, it would think of the perfume bottle all day and night...

Suddenly, the ketchup bottle was surprised that a French cook, who was the woman’s husband, looked for tomato for his ingredient at home. “C’est tres bien!,” he said and grabbed the ketchup bottle.

Since that, a kitchen was the place for the ketchup bottle. It was serving delicate French fries with tomatoes, and each time a menu was cooked, its content was decreasing bit by bit until it was empty.

The ketchup bottle was not thrown away immediately though; instead, it was washed and placed next to olive oil. It now became an oil bottle’s friend. Greasy and placed near to fire.

“Oh, look how dirty I am now. My dearest perfume bottle must not recognize me anymore,” it thought to itself, missing dearly.

After a few days passed, the chef came into the kitchen with a plastic bag on his hand. “Alors,” he said, “now I have bought a new bottle for oil. This old one should go into rubbish”. And he took the ketchup bottle and placed it on garbage.

When the ketchup bottle lay on the basket, almost it was breaking apart. But then it found the perfume bottle sleeping next to it. Empty, with the red cap and the fragrance of spring remain concrete. “Hmmm...” They both were happy to be together; and they made clinging noises as if they were laughing, and hugging, and kissing.

So they went together now, by a truck to a recycling centre on a country side. In this place, they were made blended together; with this and that chemical processes as if they were getting married. So now and forever they will become a new glassware: a cookie jar.

Now my friends, the cookie jar is here on my table. I filled it with biscuits, and it is good to have biscuit next to my cup of tea... especially when writing you a story like this.


So, a homebody is shopping with mother, buying a basket of fruits. And for this time, a homebody does not care of a stack of her number one favorite, Orange.


Because, a homebody found her another favorite, roasted thailand coconut. Huahahaha. And took some kind of freaking pictures below.

The roasted coconut is typing a blog post about itself


The roasted coconut was being taken over away


And all-up! The roasted coconut obviously becomes a shadow

A homebody found another favorite one, red bean slice ice cream and directly wants to make it soon. Here is the recipe.
500 ml milk
300 gr sugar
1 spoon of gelatin

2 yolks
2 spoon of sugar
1 cup of red bean

1000 ml milk

Cook the boiling of 500 ml of milk, 300 gr of sugar, and 1 spoon of gelatin. Pour it with the 2 yolks and 2 spoon of sugar. Then, finish it with the 1000 ml of milk. Put it into the ice refrigerator for a while, then fill the pan (20 x 20 x 5 cm) with this batter. And put it into the refrigerator again.

And this is, our red bean slice ice cream...

Read more...

The putting-on-airs hypothesis

Thursday, 9 April 2009

I just looked for some good stuffs from my overrated author, Nicholas Sparks on http://nicholassparks.com (regularly site-checked). And got a little curious thing to do to vote the poll there about people's favorite characters based on Sparks's book. Here we are the result, the five highest rates;

NICHOLAS'S POLL
Votes Character

131142 Noah Calhoun
(The Notebook)
37171 Landon Carter
(A Walk to Remember)
30976 Jamie Sullivan
(A Walk to Remember)
21692 Allie Nelson
(The Notebook)
16124 Taylor McAden
(The Rescue)

My showing-off-hypothesis :
Faithful and Loyalty are still being the most favorite choices.

Read more...

Fenomena! Sungguh, Ini Akan Menjadi Fenomena! (Heboh)

Saturday, 4 April 2009

Malam minggu ini, gue menghabiskan waktu dengan sebuah hiburan yang cukup mengasyikkan. Mengapa mengasyikkan? Karena otot-otot sekitar pipi dan muka gue yang tegang berubah menjadi cukup kendor akibat membaca tulisan-tulisan warga negara Indonesia jaman reformasi sekarang ini di sebuah media dan ketika demokrasi yang mengajak seluruh orang untuk menyuarakan pendapatnya (secara bebas namun terkadang cukup tidak sopan) membuat gue tertawa terbahak-bahak tidak henti-hentinya.

Bagi yang memiliki akun penglaris nomor satu di dunia(lebay) facebook, silahkan membuka ini:
http://www.facebook.com/home.php?#/pages/Say-NO-to-Megawati/54621826839?sidfa5a876388da6f8236c4b8345476cf21&ref=search

Cukup menghibur. Sangat menghibur malah. Yang membuatnya menjadi fenomenal adalah, akun ini udah kayak lagi regol di FE UI, sekali di-refresh, yg masuk udah banyak aja. Hahaha. Dalam satu menit bisa 1000 orang kerekrut. Gilak2, apa jadinya kalau hal ini sudah mulai masuk ke media massa seperti televisi macam MetroTv dan TvOne yang lagi heboh-hebohnya mengulas mengenai Pemilu 2009, terlebih lagi empunya salah satu stasiun tv tersebut ternyata kader dari partai koalisinya (eh apa oposisi yaa? waaah ngga tau ya dalemnya haha).

Yah, gue mau ngomong sedikit sebagai warga negara di negara yang gue sayangi ini, umur gue udah 17 tahun nih dan udah punya KTP, tapi why-oh-why, gue belum jadi DPT (Daftar Pemilih Tetap). Bete. Padahal niat gue untuk memepergunakan suara yang menjadi hak gue sekali lima tahun udah gue persiapkan walaupun masih mencari-cari mana yang harus gue contreng. Emang deh yaa sistem administrasi di Indonesia ini.

Tadi gue nonton berita bertema "Mengapa harus memilih perempuan?". Wah tepat sekali dengan keadaan gue sekarang yang masih belajar untuk melihat sesuatu tidak dengan perspektif salah satu gender. Gue percaya, kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin tidak dilihat dari salah satu gender, melainkan dari pribadi orang itu sendiri. Gue pernah dililit sebuah pertanyaan yang cukup membuat gue down waktu itu, "Kenapa kamu mau jadi pemimpin, padahal kan dalam Islam yang wajib menjadi pemimpin adalah laki-laki?"

JENG JENG.
Gue cukup tertekan saat itu karena gue merasa, pengetahuan gue tentang agama yang gue anut masih belum memadai, jadi gue hanya bisa menjawab seadanya, yaitu pendapat gue sendiri sebagai perempuan.

Tapi yang ada di otak gue sekarang mengenai "Mengapa kita harus memilih perempuan?" adalah, perempuan memang tidak selamanya; selalu baik, tidak pernah korupsi, pintar mengatur anggaran, peka terhadap masalah sosial, dan lain-lain. Dan gue juga tidak berfikir bahwa; Jangan pilih perempuan, perempuan tuh lebih banyak mikir pake hati dan perasaan ketimbang logika dan rasional. Yah, macam gue inilah, yang lebih sering berfikir memakai hati ketimbang logika, makanya, gue sensitif dan terkadang out of logics.

Tapi dunia itu bergerak secara dinamis kan karena berusaha untuk mencapai keseimbangan. Kayak bencana alam sekarang yang sering menimpa kita kan sebenarnya karena bumi berusaha untuk mencari keseimbangannya di dalam kehidupan. Atau kayak harga dan kuantitas yang ada di pasar (huahahaha! omongan lo May, ngga cocok). Sama aja kayak di legislatif sekarang, kita harus memilih orang-orang yang bisa membuat keadaan politik kita seimbang antara hati nurani dan rasionalitas.

Jadi ya wajar aja "Mengapa kita harus memilih perempuan?". Bukan karena perempuan lebih baik dan tidak pernah korupsi atau kasus perselingkuhannya tidak akan terkuak. Ada juga perempuan yang jahat. Tapi lebih kepada berusaha untuk mencapai keseimbangan. Mungkin terdengar "Klise kamu Dek!", tapi mimpi itu kan terkadang datang mulai dari hal yang klise haha. Memang tidak akan pernah sempurna seimbang. Tapi apa salahnya untuk mencoba mencapai mendekati keseimbangan?

Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan suara kita. Gunakan suara kita untuk memilih yang terbaik. Kalau tidak ada yang baik, pilihlah yang paling tidak jelek dan masih mau kita bantu untuk sama-sama bangun. (suara hati orang yang bukan DPT) huahahaha.

Read more...

"When you feel like giving up, remember why you held on for so long in the first place."

Tuesday, 31 March 2009

Hari ini, gue sempat beberapa jam hidup dengan perasaan menyerah. Ada sedikit bisikan yang ngajak gue buat "udahlah gue give up". Kadangkala ketika lo udah berusaha tapi lo gagal, lo pasti bakal berfikir tentang apa yang ngebuat lo bisa nerima hasil yang kayak gini. Dan setelah gue berfikir tentang hal itu, gue jadi tidak merasa pantas buat menyerah. Karena gue tau, gue belum maksimal..........

Ini, ada sedikit pil untuk membangunkan gue ;

"Never, never, never give up!"
~ Winston Churchill


"Our greatest glory is not in never failing, but in rising up every time we fail."

~ Ralph Waldo Emerson

"Between you and every goal that you wish to achieve, there is a series of obstacles, and the bigger the goal, the bigger the obstacles. Your decision to be, have and do something out of the ordinary entails facing difficulties and challenges that are out of the ordinary as well. Sometimes your greatest asset is simply your ability to stay with it longer than anyone else."
~ Brian Tracy

"Don't be discouraged. It's often the last key in the bunch that opens the lock. "
~ Unknown

"It does not matter how slowly you go so long as you do not stop. "
~ Confucius

"When the world says, "Give up,"
Hope whispers, 'Try it one more time.' "

~ Unknown

"Keep on going, and the chances are that you will stumble on something, perhaps when you are least expecting it. I never heard of anyone ever stumbling on something sitting down."
~ Charles F. Kettering

Ayo SEMANGKAAAAAA! There are a lot of things you have to do and you have to finish, and also you have to be responsible with it.

Read more...

Bukan hiburan sejenak

Sunday, 29 March 2009

Gue lagi browsing mengenai sebuah kata yang selama ini mondar-mandir ngga abis-abisnya ada di kepala gue, dan sampe-sampe bikin gue bingung sendiri, emang gue kayak gitu ya? is it good or bad? yasudahlah, toh gue hidup sebagai manusia yang berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ke depannya, walaupun manusia emang ngga bisa lepas dari apa yang namanya dosa, tapi ngga ada salahnya untuk mencoba menjadi manusia yang berusaha menjauh dari itu meskipun ngga akan pernah bisa. NAH trus gue dapet artikel mengenai percakapan ini, seru deh hehe.


Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di
pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes
perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau
resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya,
manajer = M, dan prayitno = P

M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh
karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan
kesehatan gak full

M = sebenernya mau kamu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani
2 company sebelum ini..
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak,
wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya pilih yg
rewardnya lebih

M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward,
kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara
yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum
saya

M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa
sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum
ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak
P = disini juga sama aja
saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2
gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik
donk......

M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang
segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu
hanya mengejar "live". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk
bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih
mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari
orientasi "live" klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos,
pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa... sekarang ada company
yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang
"live exixtency". So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat
pekerjaan saya

M = prayitno.... klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2.... selalu
ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
P = emang gak bakal abis pak.... karena itu, ngapain saya abisin disini?
mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?

M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju
karena loyal
P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang
dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah,
terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya
gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka
harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak
yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada
mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Cewek bawa
tas berat aja.. dicuekin

M = tapi dimana reponsibility kamu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan
untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan
uang masuk ke kantong pemilik saham.
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling
utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kamu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Kalo gak saya ambil,
itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya
meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang
pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign...... ....
P = Nggak bisa pak.... kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background.

Read more...

I do not know how to get a title on it (Pt. III)

Saturday, 28 March 2009

I must not say what I truly think, or you will tell me I flatter you-but I can only speak what I feel-and very often I cannot even do that when the feeling is very deep.

-Marie Corelli

Read more...

Hidup itu ada susah ada senang ;)

Tuesday, 24 March 2009

Susahnya menjadi orang parno-an…
Dalam sebulan terakhir ini, gue udah 3 kali nyaris kena copet. Dan tadi sianglah hattricknya. Alhamdulillah-nya belum terjadi, semoga aja besok-besok ngga ada lagi. Sumpah yaaaa, gue ngga tau apa ada faktor dari krisis ekonomi global atau apa mengakibatkan tingkat kriminal semakin merajalela. Tapi, dampaknya benar-benar kerasa (bagus nih buat bikin esai MPK Bing kemaren tentang dampak krisis finansial global hehee). Ada untung dan ruginya juga jadi orang parno-an, untungnya gue bisa cepat tanggap kalo ada apa-apa. Ruginya, deg-degannya itu, bikin ngga bisa tenang nyong

Susahnya manajemen tadi...
Yang namanya hafalan emang deh yaa, minta digibeng hehee. Kertas jawaban gue tadi cuma penuh dengan gambar grafik. Dikira ujian PE2? Iya, yang bisa gue lakukan cuma gambar, gambar, dan gambar. Bahkan yang seharusnya bisa gue tulis biasa aja gue hiasi dengan kotak-kotak dan bulet-buletan saking depresinya. Semoga aja yang nilai baik dosen maupun asdos mengerti kalau economics will be easier with models, tapi ini manajemen Mayaaaaaaang. Mulai ngaco

Susahnya kalo lagi stres...
Gue kalo lagi stres, biasanya ada tiga cara buat nyari pelarian, yang pertama mencari orang-orang terdekat gua, yang kedua mencoba kabur sejenak tapi ntar balik lagi dengan nyoba hal baru yaaaah kayak mencari ruang buat nafas sebentar hehee, yang ketiga, MAKAN! NAH. Yang ketiga ini nih, dalam beberapa hari terakhir ini menjadi kebiasaan yang ngga tertahankan

Bahagianya pas uts...
Nah, yang gue suka dari uts adalah, pulang cepet. Gyahahaha. Tau sendiri jadwal anak tahun pertama di FE udah kayak jadwal kereta api ekonomi jabodetabek. Hehehee gue sotoy aja sih, jadwal kereta sepadet itu ngga ya? Maklum, karena gue parno-an, jadi jarang naik kereta. Nyebrang rel kereta api aja takut, apalagi berjalan di atas rel. Yaaah pokoknya maksudnya di sini adalah, jadwal yang padet bikin pergi pagi pulang petang atau bahkan larut malam. Tapi kalo pas uts, wuidiiihhhh nyokap gue aja sampe bingung kok tumben-tumbenan pulang sore

Bahagianya ada yang ngangenin juga...
Huahahaha. Gue sering terima sms akhir-akhir ini dari anak-anak kalo pada kangen, hahaha PD-nyaaaaaa, karena orang kayak gua gampang kangenan, jadi ngga papalah sekali-sekali GR nerima ada orang yang ternyata kangen jg. Haha. Eh tapi woy, ngga ada firasat apa-apa kan ya

Bahagianya besok MATELA...
What theeeeeeee? Bagaimana bisa? Yaaah jelas kalau orang kayak gua membandingkannya dengan PA. Ih ih ih ih ih ih (sensitif dengan Akun). Katanya Caca, namanya bagus, MATELA. Udah kayak permen fruitella. Tapi kalo menurut gua, mirip singkong

Read more...

Hiburan Sejenak

Sunday, 22 March 2009

Lagi kliyengan nih mau ujian, buat penghilang stres, gue menemukan majalahnya Kak Galuh yang isinya berbagai macam model potongan rambut haha lalu gue bermimpi kalo rambut gue kayak gini apa jadinya yaa

Halah, sepertinya tidak pantas untuk muka gue yang sangat bulat, eh tapi sebelum rambut gue dari SMA panjang terus kayak sekarang, gue juga pernah loh punya rambut sependek itu pas SMP. Hhhmm atau, yang ini aja kali, biar bisa tetep acak adul hehe soalnya gue emang rada cuek kalo urusan penampilan


Terus gue menemukan majalah yang lain dan gue bacalah sebentar, ada Proust Questionnairenya! Kalo versi gua, ini kali ya hahaha (ngeyel).

What is your idea of perfect happiness?
In the morning when it is really hard to collect my soul for waking up and doing activities while I am lying on their bed between my mother and my father

What is your greatest fear?
The sudden thoughts that only appear on my mind and without saying it but it happens

Which living person do you most admire?
Nicholas Sparks, the author of fiction novel that always creates unreachable characteristic in this world, totally faithful person

What is your greatest extravagance?
Things come into my mouth when I sated but do not have a great power to handle the willingness to not eat that

What do you consider the most overrated virtue?
Unpretentious one

On what occasion do you lie?
When my friend falls in love with the same person as I fall in with, I do really will lie at her that I am not

What do you dislike most about your appearance?
This kinky beard which prosecutes me to cut it off routinely hahahahahahahaha and also my hairy-skin that invites a lot of people’s attentions *lalalalala

Which living person do you most despise?
A person who curses about the sweetheart of his/her ex

What is the quality you most like in a man?
Indifferent

What is the quality you most like in a woman?
Heartstrings

Which words or phrases do you most overuse?
“Ya udah sihhhhhh”

What or who is the greatest love of your life?
Loves from my mother, father, brother, sisters, and also friends

When and where were you happiest?
When I do something newer than I never did before

Which talent would you most like to have?
To play a drum in good way

If you could change one thing about yourself, what would it be?
I would like to turn the gas stove on without frown at a while

What do you consider your greatest achievement?
Proved by the reality

What is your most treasured possession?
Boxes and cases full of memorable things when I was a child

What do you most value in your friends?
Willingness to not to stay in that circle—we are still young, we still have a lot of things to do, and we also have a lot of chances to making friends with others

What do you regard as the lowest depth of misery?
Regretting

What is your favorite occupation?
Dream-interpreter

What is your most marked characteristic?
Kalo katanya Dustin Hoffman; ”Unpredictability. However, those who know me find me very predictable.”

Who are your favorite writers?
Nicholas Sparks, Jane Austen, and the biography writers—they can be believed to write all the things about their subjects

Who is your favorite hero of fiction?
Invisible Man

Which historical figure do you most identify with?
Kalo katanya Dustin Hoffman; Colombus--If it is true that he knew where he was going, got lost, and found a place that was better

Who are your heroes in real life?
People from around the world with all their characteristics—they really made it colored!

What is your greatest regret?
Did not have any braveness to throw cigarettes out from my father until now

What is your motto?
Well, I did not move on. I just keep on moving..

Udah ah, besok ujiaaaaaaanaaaan! (baru panik)

Read more...

Mau UTS, Nyong.

Wednesday, 18 March 2009

Highly recommended book nih, gue sedang membaca ini

Bok, kenapa bacaan gue jadi tentang perempuan terus gini? Jangan-jangaaaaaaan, gue menganut paham feminisme? Oh tidak-tidak. Gue cuma suka sejarah, seperti layaknya buku-bukunya Jane Austen, yaah kebetulan aja ini fiksi tentang perempuan hehehehe.
Tolooooong, mau UTS. Gantilah bacaanmu, Mayang. Belajar nyong

Read more...

Nyempil2 nulis kayak upil

Friday, 13 March 2009

Hiyaaaaah bolos lagi deh gua. Tau gitu tadi ngga usah pake balik ke rumah dulu, mendingan langsung ke kampus, gara2 ngantuuuuuuuuk banget jd pengen balik bentar eh malah ketiduran. Padahal emang ngga pengen ngampus, huahahahaha. Parah nih parah kuliah gue akhir2 ini. Parah2. PARAAAAAAAAH. Cukup2, parahnya. Semoga ke depan bakal baik2 saja, haaaaaaa. Dan ngga ada cerita gue kenapa2 dgn kuliah, amin. Lagi hectic gini sempet2nya masih nulis. Biarkanlah, gue pengen sejenak ada di rumah tapi ternyata giliran gue kangen, ngga ada aja gitu orang di rumah. Kangen banget deh sama emak gua, eh dia malah pergi ke dokter. Kenapa ya akhir2 ini banyak yang sakit. Bahkan selain gue yg terkena sindrom pancaroba siang terik sore hujan lebat jadi pilek batuk ingus ngga berenti2, orang2 ternyata jg lagi pada begitu. Gilak, bahasa gue ngga beraturan banget nih kayaknya. Beberapa minggu terakhir ini siklus biologis tidur gue ngga bener banget, begadang udah kayak asupan sehari-hari. Besoknya gue kuliah jd ngantuk, ngga konsen, PARAAAAAAAH. Cukup2, parahnya. Aduh, gue kalo sekelebat kepikiran kuliah, nilai, tugas, dan uts, tiba2 jadi deg2an dan kayaknya tiba2 Dementor muncul trus berhasil ngebuat gue jadi ngerasa tidak bahagia. Keren yah karakter Dementor, padahal cuma lewat aja udah ngebikin orang jadi ngerasa ngga bahagia. Hari ini Kak Thala ulang tahun loh, ah ngga asik banget deh tadi malem dia ngga bisa dibohongin heheee. Senin besok Saiz ulang tahun, kangeeeeeeeeeeeeeen banget sama Saiz.

Dari kemaren2 belum sempet mau cerita soal kejadian2 kocak yg gue dan orang2 di sekitar gue alami, belum sempet jg mau cerita soal Jason Mraz di Java Jazz yg membuat gue tidak merasakan apa2 selain kurang puaaaaaaaaas, hehe dasar manusia. Dan cerita bagaimana di hari H gue mengejar pertunjukannya, hahahahaa. Yg berkesan bukan pertunjukannya, tp gimana pas gue ngejarnya, hihi kocak2.
Hari-hari esok bakal lebih berat karena menguji otak dan mental gue buat belajar lebih pinter ngebagi waktu dan melakukan tugas sebaik2nya. Masih banyak tugas yang belum terselesaikan nih. SEMANGKAAAAAAA!

Read more...

Can Not Wait for Tomorrow, Nine!

Sunday, 8 March 2009

Dari awal sudah diterangkan bahwa blog ini dibuat berdasarkan realitas dan pengalaman yang ada baik yang saya sendiri alami maupun orang-orang alami. Sehingga tidak bermaksud untuk mengungkit-ngungkit masa lalu, atau memunculkan masalah yang sebenarnya sudah dikubur, atau terkubur dengan sendiri dan sebagainya, melainkan tidak ada salahnya untuk berbagi karena pengalaman ada bukan untuk disimpan saja selamanya, tetapi untuk dijadikan petunjuk agar sesuatu yang baik dapat berguna untuk ke depannya dan sesuatu yang buruk dapat dipelajari agar tidak terulang lagi. Toh kita hidup untuk masa depan kan ya. Seperti yang selalu disarankan,
”Berfikir panjanglah.”

Dan saya pun telah berfikir panjang untuk memberanikan diri mempublikasikan ini,

Bertepatan dengan tanggalnya besok, setelah mendapat kabar beberapa minggu yang lalu dari sebuah sumber yang sangat terpercaya, mengapa terpercaya, karena mata dan logika hanya bisa berbicara ketika mata itu mulai melihat dan logika itu mulai berfikir serta ketika hati mulai merasakan sesuatu, yang muncul dari intuisi seorang wanita. Iya, wanita (menegaskan). Bahwa selama dua tahun saya percaya dan diharuskan untuk percaya mengenai kejadian di hari itu. Ternyata, apa yang diduga dan diketahui selama ini tidak sepenuhnya benar.

Tidak cukupkah bagi seorang laki-laki untuk tidak menyakiti minimal satu orang wanita dalam sekali masa hidupnya?
Atau memang ini sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk disakiti laki-laki minimal sekali dalam hidupnya?

Bodoh sekali ya saya dan orang-orang yang berfikir seperti itu.
Tapi ya, begitulah.
Realitas.

Buat apa kalau Anda pintar dan selalu mengatakan diri ini ingin berfikir secara logis tetapi tidak bisa mengimplementasikannya ke dalam kehidupan yang seharusnya dapat menjadi tempat bagi Anda untuk mengekspresikan segala kemampuan logika Anda.
Saya orang bodoh yang hanya bisa mencaci maki melalui kata-kata yang tidak bisa dicerna dan memiliki sensitifitas yang tinggi ketika mendengar sebuah kata yang dekat artinya dengan ketidaksetiaan.
Cukup naïf ketika harus mengakui realitas yang ada di dunia pada saat saya bertanya pada salah seorang teman berinisial D (yaaaah ketauan deh hahaha),
”Dar, kata nyokap gue, setiap cowok pasti bakal selingkuh.”

Atas dasar apa saya dapat berbicara seperti itu dan dirasa tidak bijaksana untuk mendefinisikan dan menghubungkan apa yang sebenarnya ada di dalam kata ”selingkuh” dengan realitas yang dialami. Dan cukup bijaksana seorang Dara pada saat itu memahami kegelisahan dan berbagai pertanyaan yang ada di otak mengingat ia pun berpengalaman lebih.

”Ngga May, ngga cuma cowok, cewek juga, tergantung pribadi orangnya masing-masing.”

If I were a boy
I think I could understand
How it feels to love a girl
I swear I’d be a better man.
I’d listen to her
Cause I know how it hurts
When you lose the one you wanted
Cause he’s taken you for granted
And everything you had got destroyed

But you’re just a boy
You don’t understand
Yeah you don’t understand
How it feels to love a girl someday
You wish you were a better man
You don’t listen to her
You don’t care how it hurts
Until you lose the one you wanted
Cause you’ve taken her for granted
And everything you have got destroyed
But you’re just a boy


No hard feeling buat yang merasa dirinya ”a boy” dan tidak bermaksud untuk men-generalisasi-kan. Tapi, tidak ada salahnya untuk belajar dari apa yang saya alami agar tidak terjadi di kehidupan Anda.

Berdosakah saya ketika sempat memiliki pikiran seperti itu yang dapat menjerumuskan saya ke dalam suatu hal yang disebut feminisme dan bisa jadi kalau tidak ada Dara, mungkin rambut saya yang panjang ini akan menjadi seperti Desi Anwar atau seperti Wynona Rider, tidak bermaksud untuk mengatakan mereka sebagai seseorang yang feminis, tetapi untuk memberikan contoh model rambut yang membuat saya terlihat seperti seorang feminis. Hahaha. *grooooook.
Anyway, soal feminisme, beberapa hari yang lalu saya dikirimi sebuah sms oleh orang yang tidak saya ketahui siapa ia dan saya pun tidak mengetahui dari mana ia mendapatkan nomor saya. Dan isinya begini:
Mayang, menurutmu Hillary Clinton bakal sama nggak dg MENLU AS yg kmrn, Condolisa Rice?
Tokoh perempuan yg kmu kagumi & menjd inspirasi buatmu siapa?


Everywhere I'm turning
Nothing seems complete
I stand up and I'm searching
For the better part of me
I hang my head from sorrow
state of humanity
I wear it on my shoulders
Gotta find the strength in me

Cause I am a Superwoman


Trauma.
Mungkin tidak, bisa jadi iya, barangkali bisa, belum tentu juga.
Di dalam kamus saya, tidak ada larangan untuk menggunakan kata ”mungkin” atau sesuatu yang mengartikan kata sebagai tanda hal yang tidak pasti.
Karena tidak ada sesuatu yang pasti di dunia ini.
Begitu pula dengan keadaan saya waktu itu yang tidak pasti untuk mempercayai apa yang dilihat dan didengar.
Namun, saya sangat intuitif seperti Ibu saya, ingatkah dengan pertanyaan yang diajukannya?
”Adakah orang lain, sayang?”
Hiyaaaaah kata ”sayang” pun masih dapat terucap

Tolonglah, bermimpilah, dan katakanlah sejujurnya mengenai apa yang harus saya percaya
Anda boleh bermimpi, mengelak, dan tersenyum pada akhirnya karena dapat menjadikan segala kata-kata yang terucap oleh mulut ini sebagai suatu alasan yang hadir tepat pada waktunya
Janganlah sebut nama Tuhan kalau memang Anda sudah tahu jawaban seperti apa yang Anda inginkan
Sudahlah cukup selama dua tahun ini saya hidup dengan beribu pertanyaan yang saya sendiri tidak tahu bagaimana untuk mendapatkan jawaban dan menyelesaikannya
Dan sudahlah cukup berbagai cabikan dari orang-orang Anda ”setelah” saat itu terhadap saya karena mereka pun tidak tahu tetapi ingin tahu sehingga melakukan perbuatan sekan-akan sangat tahu mengenai apa yang sebenarnya
Syukurlah keberanian itu datang tidak dengan melihat siapa saya dan seberapa tinggi mereka, tetapi lebih ke pada kita sebagai sesama manusia
Karena walau memang saya kelihatan kelewat cuek di luarnya, tetapi sungguh sulit untuk tidak peduli ketika harga diri ini dipertaruhkan

Mimpi adalah bunga tidur, bayangan, harapan, impian, keinginan, permohonan, fantasi, dan jawaban dari segala usaha Anda pada akhirnya ketika tercapai
Janganlah Anda sia-siakan ketika sudah mendapatkannya
Bermimpilah.................................sejak saat itu, sekarang, dan semoga seterusnya.

Don’t worry be happy, ini hanya sebuah tulisan mengenai pelajaran hidup untuk terus berkembang menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Kebetulan tanggalnya tepat sekali untuk diperingati ;)

-Candy. (Happy 2nd Anniversarry for Tomorrow!)
*hekhekhek

2 tahun ini, banyak hal yang saya pelajari untuk hidup menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan tentunya, sebagai wanita yang lebih mandiri.

You changed my whole life
Don't know what your doing to me with your love
I'm feeling all Super human
You did that to me
Super human heart beats in me
Nothing can stop me here with you, superhuman


Sedang sangat open minded
Lebih terbuka dari biasanya yang sangat tertutup untuk masalah pribadi
Sehingga jika ada pendapat atau masukan atau keberatan atau apapun, bicaralah.

Read more...

Friend-ology or Partner-ology

Thursday, 5 February 2009

We are a horde of ants, we share and having our own ploy
Pick and pick up this favored sugar happily
Even when we have to share something that I do not know how to make it shared


Life is about to share.
First of all, for this time, I would not like to have any other melancholic part as seen in the previous posts :) It is not about me, but it shows how the situation making me there as I am (actually yes about me, but it is not specifically or we could call me as the supporting actor).
Well, we do not ever know what kind of tomorrow of its lifetime series. Somehow, all the predictions and convictions stand here today and go away suddenly. You can assume me unaligned. But I told you, all these efforts nothing other than only to show that I am trying to think of it neutrally.
In this case, you still have your conviction and your heart talks. I know how it feels because I ever felt how it hurts. I know why you could have to think to not paying any attentions because I ever did something stupid carelessly too. I know how hard it is to say because I ever did not have prepared to give the explanation. It is about how you understand others’.
Dear patience, let you appear and may you have to give her advice that this could be a hindrance of her life parts.
And then for the honesty, just show who you are and what you feel without pretend to be something that tragically tortures you inside.
Life is about to choose.
Whether it is right or not, it will be showed when you get all the restrictions cleared in the way to live your chosen path.

Read more...

Goodbye Holiday & Welcome New Semester

Saturday, 31 January 2009

Gue merasa tidak gembira menyambut semester baru ini. Kenapa ya? Padahal liburan kemarin 1,5 bulan udah banyak banget harinya. Yang bikin gue kecewa, IRS gue bermasalah di saat-saat terakhir liburan ini dan ketika lusa besok gue udah masuk ngampus di mana tadi pagi baru gue cek jadwal Wayang gue bentrok sm Statistika 1. Padahal, baru tadi malem gue cek ngga kenapa-kenapa. Gilak ya, *?(!%&#%U*(I)&%#@GFNY$%^I(%$)@*&$(#":>< gue tidak mau mengotori blog gue ini dengan makian, jadi aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah teriak aja. Birpend tidak menerima komplain? Lantas ketika gue ngisi baru jam 7 pas dosen yg diinginkan udah penuh, ngikutin alur dari awal, waiting list sampe 5 mata kuliah demi ngikutin alur dan akhirnya menurun jd ngga ada waiting list, dapet dosen yang ngga terlalu diperebutkan oleh teman-teman yang lain demi supaya ngga waiting list dan bentrok, ujung2nya ketika di detik2 terakhir ketika udah lega ngga ada yang bermasalah maupun waiting list, jadwal berubah dengan sendirinya? Dan nimpa jadwal yang lain, gilak, salah gue salah, lain kali jangan berfikir untuk tidak ingin menyusahkan Pembimbing Akademik dengan menyetujui IRS secara mandiri.
Yang kedua, gue baru tau sesuatu hal dan itu adalah sebuah realitas, kenyataan dari apa yang selama ini gue ketahui. Sebenarnya gue udah ngga sabar untuk mengepostkannya, tapi waktunya ngga tepat, kita tunggu Maret nanti.
Salahnya, akhir-akhir ini gue jadi semakin dihantui. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah teriak lagi aja deh. Fadila, Caca, Dara, lo membuat gue semakin dihantui. Sedih banget. Gue ngga pernah sesedih ini untuk 1 tahun terakhir ini dalam urusan kayak gini.
Ya sudahlah. Cheer up!

Read more...

  © Mayang Rizky The Remedy by Mayang Rizky

Back to TOP