Fenomena! Sungguh, Ini Akan Menjadi Fenomena! (Heboh)

Saturday, 4 April 2009

Malam minggu ini, gue menghabiskan waktu dengan sebuah hiburan yang cukup mengasyikkan. Mengapa mengasyikkan? Karena otot-otot sekitar pipi dan muka gue yang tegang berubah menjadi cukup kendor akibat membaca tulisan-tulisan warga negara Indonesia jaman reformasi sekarang ini di sebuah media dan ketika demokrasi yang mengajak seluruh orang untuk menyuarakan pendapatnya (secara bebas namun terkadang cukup tidak sopan) membuat gue tertawa terbahak-bahak tidak henti-hentinya.

Bagi yang memiliki akun penglaris nomor satu di dunia(lebay) facebook, silahkan membuka ini:
http://www.facebook.com/home.php?#/pages/Say-NO-to-Megawati/54621826839?sidfa5a876388da6f8236c4b8345476cf21&ref=search

Cukup menghibur. Sangat menghibur malah. Yang membuatnya menjadi fenomenal adalah, akun ini udah kayak lagi regol di FE UI, sekali di-refresh, yg masuk udah banyak aja. Hahaha. Dalam satu menit bisa 1000 orang kerekrut. Gilak2, apa jadinya kalau hal ini sudah mulai masuk ke media massa seperti televisi macam MetroTv dan TvOne yang lagi heboh-hebohnya mengulas mengenai Pemilu 2009, terlebih lagi empunya salah satu stasiun tv tersebut ternyata kader dari partai koalisinya (eh apa oposisi yaa? waaah ngga tau ya dalemnya haha).

Yah, gue mau ngomong sedikit sebagai warga negara di negara yang gue sayangi ini, umur gue udah 17 tahun nih dan udah punya KTP, tapi why-oh-why, gue belum jadi DPT (Daftar Pemilih Tetap). Bete. Padahal niat gue untuk memepergunakan suara yang menjadi hak gue sekali lima tahun udah gue persiapkan walaupun masih mencari-cari mana yang harus gue contreng. Emang deh yaa sistem administrasi di Indonesia ini.

Tadi gue nonton berita bertema "Mengapa harus memilih perempuan?". Wah tepat sekali dengan keadaan gue sekarang yang masih belajar untuk melihat sesuatu tidak dengan perspektif salah satu gender. Gue percaya, kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin tidak dilihat dari salah satu gender, melainkan dari pribadi orang itu sendiri. Gue pernah dililit sebuah pertanyaan yang cukup membuat gue down waktu itu, "Kenapa kamu mau jadi pemimpin, padahal kan dalam Islam yang wajib menjadi pemimpin adalah laki-laki?"

JENG JENG.
Gue cukup tertekan saat itu karena gue merasa, pengetahuan gue tentang agama yang gue anut masih belum memadai, jadi gue hanya bisa menjawab seadanya, yaitu pendapat gue sendiri sebagai perempuan.

Tapi yang ada di otak gue sekarang mengenai "Mengapa kita harus memilih perempuan?" adalah, perempuan memang tidak selamanya; selalu baik, tidak pernah korupsi, pintar mengatur anggaran, peka terhadap masalah sosial, dan lain-lain. Dan gue juga tidak berfikir bahwa; Jangan pilih perempuan, perempuan tuh lebih banyak mikir pake hati dan perasaan ketimbang logika dan rasional. Yah, macam gue inilah, yang lebih sering berfikir memakai hati ketimbang logika, makanya, gue sensitif dan terkadang out of logics.

Tapi dunia itu bergerak secara dinamis kan karena berusaha untuk mencapai keseimbangan. Kayak bencana alam sekarang yang sering menimpa kita kan sebenarnya karena bumi berusaha untuk mencari keseimbangannya di dalam kehidupan. Atau kayak harga dan kuantitas yang ada di pasar (huahahaha! omongan lo May, ngga cocok). Sama aja kayak di legislatif sekarang, kita harus memilih orang-orang yang bisa membuat keadaan politik kita seimbang antara hati nurani dan rasionalitas.

Jadi ya wajar aja "Mengapa kita harus memilih perempuan?". Bukan karena perempuan lebih baik dan tidak pernah korupsi atau kasus perselingkuhannya tidak akan terkuak. Ada juga perempuan yang jahat. Tapi lebih kepada berusaha untuk mencapai keseimbangan. Mungkin terdengar "Klise kamu Dek!", tapi mimpi itu kan terkadang datang mulai dari hal yang klise haha. Memang tidak akan pernah sempurna seimbang. Tapi apa salahnya untuk mencoba mencapai mendekati keseimbangan?

Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan suara kita. Gunakan suara kita untuk memilih yang terbaik. Kalau tidak ada yang baik, pilihlah yang paling tidak jelek dan masih mau kita bantu untuk sama-sama bangun. (suara hati orang yang bukan DPT) huahahaha.

2 comments:

Kiki Hakim Sunday, April 05, 2009 9:20:00 am  

hi met kenal.. hehehe saya juga posting keanehan say no megawati di blog saya dan saya menemukan link ke blog kamu di google pas saya cek tentang fenomena megawati.. cukup seru bisa jadi part of this history of Indonesia on fb heheh

MAYANG! Sunday, April 05, 2009 11:40:00 am  

halo, salam kenal juga mba kiki! ;) iya saya juga cukup terkesima dengan adanya pages itu di facebook, hehe. saya link blog mba kiki yaa? terima kasih.

  © Mayang Rizky The Remedy by Mayang Rizky

Back to TOP