Few things which I learned today:

Friday, 21 November 2008

Make an activity plan for tomorrow before go to sleep is a must
Do not belittled one thing about sleeping
Having breakfast with carbohydrate sufficiently and fruits in addition is pretty good
Eat much = -activity much (act= -reaction). Is it happened to me, anyway? Not really
Take your time, do not make something useless
Always being in charge with cell phone, it is important for any urgency
If there is a time, just do it as you can
Make a new air to a new breathe
Do not hesitate of considering something, in a point, IT HAS BEEN… WELL THINKING
Estimate the time before taking off
In choosing, compare one thing with another for a better result and think about the effectiveness and the efficiency
Remain is better than still
One mistake is ok, twice in a mistaken is dull witted, three times you can call me as an ass
If you do not know whether you have to turn left or turn right, it is better for you to inquire the way
Experience is one of the best teachers (Sinar Dunia)
Look at the way marketing people talk ;) that is fun!
Pretend to cough when someone is smoking (haha)
If there is someone take the row arbitrarily in a queue, just shake of your head which make a sign that you are really embarrassed with THAT Indonesian people, they just make Indonesia's name becomes worse with their stupid act


Turning Point

Friday, 14 November 2008

There's always the time for human to get themselves satisfied of what they have found in searching for meaning. Search for meaning any kind of life’s affairs. This could be materialized in what we usually call it as changes or further more an improvement. People walk through this line on their given times and use it as the step to move it on the right way, increasing step by step. But in fact, we absolutely know about a proverb, “There are always ups and downs in human’s life.” The turning point declines below ordinate.

That's a common, when a child under five learns to walk, he/she will never come to through this easily, sometimes he/she falls, or sometimes walks shakily. Until he/she feel tired (turning point) and comes up again. That is why I never say about "move on". I prefer to use "keep on moving". It's just a little grammatical problem but it can easily influences us. "Move on" means it's kind a spirit to comes up again after we were took another stop, whereas time never stops. And what we should have to do is "keep on moving", whether it is faster or slowly, we just have to keep on moving in this life. This figure below explicitly shows mine. Like a verse in Will Young’s song called Changes.

…If I go back once again it’s like I learned nothing
Standing at the front of a queue
Heading for trouble

Hope it changes, hope my life changes
Gets alright somehow, oh I’m waiting for tomorrow

I hope it changes, cant you stay the same
Been out of luck for so long, and I don’t get much so there’s nothing much to lose…

I'm not going back, I'm just learned something. You'd probably became flustered, yes it is indeed so, it's very hard to be explained or even to be absorbed. Forget it and let's talk another visible things. Happy weekend.


Experiences increase productivity

Saturday, 8 November 2008

Even it is hectic, I still want to have a time to write. Even though the writings on this blog almost based on my experiences. But I smiled to myself when my lecturer said, “Experiences increase productivity.” In an interview, I admitted that I am 7 in writing and 4 in speaking. What an unbalanced comparison. But not too specific like that, I am a person who likes socializing too somehow, only show that I speak when I feel comfort to speak. It is because experience really teaches me. (Catch you!)

Based on something comfort, I have a friend that makes me comfort to speak with her, not only me but maybe other else, named Widya. We were in the same class when I was in the junior high school. And now we met in the same course of study. She never stops to speak. I could tell you like this because I ever challenged her to keep in silent. And see, she was only could hold it about 10 seconds to be quiet. And her face looked hard for her to hold it. One thing that I could not forgot about her. I asked her one day,

“Lo orang Betawi, Wid?” (no hard feeling for Batavian, I am not a racist fortunately.)

Then she answered concisely, “Kagak.”

When I heard that, I could not hold my laughs and turned it out loud. Do you think that it is funny? I swear it will be yes if you hear her answer while you see her face. That is all about my friend named Widya. No offense to make you bad Wid, but it shows that you are back and forth (famous) in my mind. Halaaaaaaah. Jijay ah.

My temperature is high this morning, and I feel a little bit whirling. Perhaps it is because yesterday I got caught in a swift rain while tired of anything that I must finished. You know when you force something, you have to get ready to face the risks. And I was ready to face it. But it is not bad at all, I just feel hard to rotate my eyes, it is a common thing when we got a headache. Tomorrow I am gonna back in a well. Happy weekend!


Think future

Thursday, 6 November 2008

Setelah dilakukan berbagai analisis, mulai 1 Desember, harga premium akan berubah menjadi Rp5.500 per liter dari yang sebelumnya Rp6.000 per liter. Sehingga kali ini yang mengalami penurunan harga adalah premium sebesar Rp500 per liter setelah pertamax juga mengalami penurunan sebelumnya dari Rp8.200 per liter menjadi Rp7.000 per liter. Harga Rp6.000 per liter adalah harga yang termurah di dunia, kata Menko Perekonomian, apabila turun menjadi Rp5.500 per liter maka harga premium di Indonesia tetap menjadi harga yang termurah di dunia.

Penurunan ini dipicu oleh dua hal, yang pertama adalah karena harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan hingga mencapai dibawah $70 per barel. Serta tuntutan dan aspirasi dari DPR serta masyarakat Indonesia. Dengan penurunan harga ini, pemerintah mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% setelah ditargetkan pada akhir tahun 2008 mencapai 6,3%.

Namun, ironisnya penurunan harga premium ini dirasa kurang dan hanya dianggap sebagai basa-basi oleh pemerintah bagi sebagian pihak. Karena sebenarnya pemerintah masih dapat menurunkan harga premium beserta BBM subsidi yang lainnya seperti solar. Karena di APBN 2009, pemerintah mencanangkan subsidi sebesar Rp57,6 triliun. Tapi rencana ini dibuat berdasarkan asumsi harga minyak yang berada pada level $80 per barel. Namun hal ini masih dijadikan pertimbangan karena harga minyak akan terus dievaluasi oleh pemerintah setiap satu bulan, jadi bisa dimungkinkan akan turun lagi. Menteri ESDM mengatakan bahwa dengan adanya tambahan Rp500 per liter dengan asumsi konsumsi 1,5 juta kilo liter maka akan terdapat tambahan subsidi sebesar Rp750 miliar.

Semenjak harga minyak dunia terus naik hingga mencapai $140 per barel pada beberapa waktu lalu dan hingga sekarang mengalami terus penurunan, kita mengambil kebijakan dengan menaruh subsidi pada sektor minyak di dalam APBN. Padahal, apabila kita mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih strategis, tentu akan menghasilkan lebih banyak manfaat. Seperti contohnya sektor pendidikan dan kesehatan, di mana masyarakat Indonesia masih banyak yang kesulitan dalam dua hal tersebut. Memang minyak tanah pada saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Tetapi dengan tidak adanya subsidi di sektor BBM akan mengajarkan masyarakat untuk hidup hemat energi, menurunkan ketergantungan akan BBM, kreatif dengan menciptakan energi alternatif lain yang lebih bersahabat dan tahan lama, penurunan dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar, penurunan jumlah kendaraan yang pada saat ini semakin membludak dan mengakibatkan kemacetan di mana-mana, penurunan dampak polusi udara yang mengganggu kesehatan, dan lain-lain. Toh yang lebih banyak menggunakan subsidi adalah masyarakat menengah ke atas.

Bukankah akan lebih baik bila subsidi tersebut dialihkan ke hal-hal seperti pendidikan dan kesehatan. Di mana seperti kita lihat sekarang bahwa pendidikan dan kesehatan yang semakin mahal dan sulit dijangkau untuk kalangan menengah ke bawah, padahal hal ini diperlukan bagi keberlangsungan generasi mendatang yang lebih baik.

Pada intinya, setiap keputusan atau rencana yang dibuat adalah tidak hanya untuk mengatasi kondisi yang terjadi pada saat ini, tetapi juga memikirkan keberlangsungan di masa depan.

Karena untuk mencapai suatu hasil yang maksimal tidak harus dengan tindakan yang ekstrim dan sekarang ini juga, akan lebih baik bila dimulai sedikit demi sedikit, meskipun pada akhirnya bukan kita yang menentukan. Setidaknya kita dapat membuka jalan bagi generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita tersebut.


Mumpung masih dalam suasana Sumpah Pemuda

Sunday, 2 November 2008

Jadi ingat media serta stasiun-stasiun televisi sering menampilkan keironisan masyarakat Indonesia khususnya pemuda dalam memaknai hari peringatan nasional saat ini. Apalagi jika ditanyakan mengenai bunyi sumpah pemuda. Tapi, apa gunanya hafal kalau tidak diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Bukankah lebih baik kita paham akan maksudnya dan mempraktekkannya mulai dari hal yang kecil. Sumpah pemuda sekarang ini juga bisa dijadikan ajang bagi setiap pemuda untuk dinilai dan dibandingkan dengan pemuda pada jaman dahulu. Sudah pasti kita tahu jawaban umumnya apa. Dan memang begitulah kenyataan yang terjadi saat ini, kita tidak bisa memungkiri itu bahwa jaman dahulu berbeda dengan jaman sekarang. Mengenai prestasi yang sudah dicapai oleh pemuda, saya jadi ingat beberapa bulan lalu ketika saya menonton televisi yang sedang memutar program televisinya yang membahas mengenai dunia showbiz luar dan dalam negeri. Saat itu acara tersebut menayangkan peliputannya mengenai World Choir Games yang diadakan di Graz, Austria. Dan saat itu kontingen dari Indonesia diwakili oleh tim choir dari Elfa Seciora, Elfa’s Choir. Sudah empat kali berturut-turut Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Elfa’s Choir memegang gelar sebagai Grand Champion pada acara tersebut. Dan pada kali ini, target untuk mempertahankan gelar tersebut pun diperjuangkan. Saya kagum karena penampilan mereka pada saat itu sangat atraktif. Mereka tidak hanya bernyanyi, tapi juga bergerak. Selain bergerak, mereka juga menampilkan sisi seni dalam berpakaian yang sangat menunjukkan identitas sebagai bangsa Indonesia. Dan kepercayaan diri pun ditunjukkan oleh para penyanyi tersebut sehingga sangat menghayati setiap lagu yang mereka bawa. Saya jadi berfikir, mereka sebenarnya ikut berpartisipasi dalam perlombaan internasional tersebut atau mengadakan konser? Beberapa lagu dibawakan sesuai dengan tema yang ditentukan oleh para juri. Sesekali wajah para juri pun diliput dan mereka menunjukkan wajah yang kagum serta menikmati penampilan dari kontingen Indonesia, bahkan terkadang ada beberapa juri yang ikut menggoyangkan jarinya di atas meja dan bahkan pula membiarkan kepalanya bergerak mengikuti alunan nyanyian dari Elfa’s Choir. Benar-benar bagus dan entah kenapa ada perasaan bangga saat saya menontonnya walaupun saya hanya menonton. Sama seperti jika kita menonton pertandingan bulutangkis dari televisi, pasti timbul perasaan ingin meneriakkan dukungan, sayangnya tidak bisa leluasa berteriak sekencang mungkin karena juga tidak didengar, paling-paling hanya bisa melontarkan tanggapan dan komentar. Setelah beberapa lama peliputan mengenai acara tersebut ditayangkan, langsung dilanjutkan dengan pengumuman pemenang acara tersebut. Pada saat itu kontingen Indonesia duduk di atas bangku yang menghadap ke arah panggung. Mereka berkumpul untuk mendengarkan pengumuman dan pada umumnya mengenakan baju berwarna merah tetapi saya juga melihat ada yang memakai pakaian daerah Indonesia. Tidak lama, diumumkanlah pemenang Grand Champion, dan nama Indonesia disebutkan dengan lantang oleh juri. Para peserta berteriak kaget dan senang, mereka semua dengan penuh semangat berlari menuju panggung sambil membawa bendera merah putih, ada pula yang berlari sambil menangis. Dan pada saat itu pula air mata saya yang saat itu sudah tergenang mulai jatuh. Mereka pun menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil mengambil sikap hormat sambil menangis dan perasaan haru itu tertular semakin bertambah di dalam diri saya. Andai semua orang Indonesia menonton ini dari awal dan menghayatinya. Walau saya hanya menonton, ada perasaan bangga, haru, bahagia, puas, ketika melihat para pemuda berprestasi itu membawa nama Indonesia dengan kepulangan yang juga membawakan keberhasilan. Dari situ saya berfikir, kenapa masih banyak orang yang menghina bangsa Indonesia, padahal masih ada hal yang sebenarnya patut untuk dibanggakan dan dilanjutkan perjuangannya, walaupun tidak banyak. Tapi jika kita mulai sedikit-sedikit, pasti perlahan akan tercapai. Saya juga berfikir mengapa banyak orang yang ingin pergi dari Indonesia dan tinggal di negara lain atau bahkan mendirikan sebuah negara (masih dalam suasana kepulangan sementara Hasan Tiro), ketika kepentingan politik menjadi pemeruntuh persatuan bangsa, tidak hanya bagi yang kontra tetapi juga yang sedang menduduki kekuasaan. Hal itu sering terjadi di Indonesia, ketika ricuh akan hasil pilkada, korupsi, perdebatan antar kelompok dan partai, terorisme, kemunculan organisasi-organisasi yang berdampak buruk bagi masyarakat, bahkan sampai menyangkut masalah agama dan hari raya. Semua bisa diruntuhkan oleh kepentingan politik dan keinginan untuk berkuasa. Begitulah akibatnya jika rasa saling percaya tidak ditumbuhkan sejak dini, dan rasa nasionalisme yang tinggi tidak dipupuk sejak awal.


  © Mayang Rizky The Remedy by Mayang Rizky

Back to TOP