Showing posts with label Imogen Heap. Show all posts
Showing posts with label Imogen Heap. Show all posts

Four Consecutive Years: God Is Good!

Sunday, 10 April 2011







Read more...

!!! Ending the Marching March.

Tuesday, 30 March 2010

"Demand perfection but never high expectation. Sometimes the expectation only leads you to the disappointment."

Saya tertohok. Beberapa minggu yang lalu, kalimat ini terpampang dengan jelasnya di akun Twitter salah seorang yang saya follow, Mas Ario. Entah mengapa ada rasa getir ketika membacanya, mengingat pada waktu itu sedang dilanda terpaan pesimisme akut. Selalu, orang akan lebih tertarik terhadap perihal sentimentil yang dihubungkan atau secara sengaja dirasuki ke dalam keadaan dirinya sendiri pada saat itu. Begitulah, untuk beberapa manusia.

Apa itu ekspektasi? Apa maksud dari ekspektasi tinggi? Tenang, di sini tidak akan ada bahasan mengenai Teori Ekspektasi yang di kemudian hari dikembangkan oleh Lucas. Namun pada hakikatnya mereka berpijak pada kaki yang sama, yaitu prediksi terbenar dari segala sumber daya yang tersedia. Di mana yang terbenar tidaklah selalu menjadi yang terbaik. Dan yang terbaik tidaklah selalu menjadi yang terbenar bagi orang lain.

Bingung.

Berusaha sok tahu untuk menyimpulkan sesuatu tetapi tersendat di tengah-tengah kata. Jadi, mari kita lupakan saja sejenak haha. Saya sedang tidak ingin berekspektasi. Sudah cukup banyak kekecewaan.

Oh iya, saya sedang senang membaca tulisan-tulisan Iga Massardi di blog-nya. Salah seorang personil dari The Trees And The Wild yang vokalisnya memiliki karakter suara yang sangat amat begitu mirip persis sekali dengan John Mayer, dan yang pasti rekan-rekan sekalian telah ketahui, nama vokalisnya Remedy Waloni. Ya, Remedy. Lalalalalala~

sumber: Mahaka Entertainment @mahakaent.


sumber: Muhammad Asra Nur @cantsaynotohope.

Bulan Maret benar-benar bulan dengan penuh kemeriahan di sana kemari. Ada kemeriahan tugas-tugas yang kian tiada hentinya, kemeriahan ujian tengah semester yang menjadi tonggak pembuktian dari apa yang telah dikerjakan selama 1,5 bulan ini, kemeriahan perhelatan berbagai distraction, hingga kemeriahan konser Immi esok hari (tidak sabar). Saya sedang tidak ingin berekspektasi, maka tukar saja imbuhan "ke-an" pada kata "kemeriahan" dengan kata "semoga". Itu lebih realistis. Dosen Ekonomi Internasional saya mengeluarkan sebuah pernyataan pada awal pembelajaran,

"Biasanya, orang belum berumur 25 tahun itu idealis. Tapi setelah menginjak 25 tahun, mereka akan menjadi realistis."

Ratna Khairunisa, teman saya, berkata bahwa saya "karbitan". Awalnya sukar untuk dimengerti dan diterima, tetapi setelah dijelaskan dengan analogi semacam ibarat buah mangga yang masih keras dan masam namun sudah diperam ke dalam air gula, maka saya mengerti. Sial. Itulah sebabnya, saya selalu berkata bahwa jangan tertipu dengan wajah. Tetapi tidak ada gunanya juga bagi saya untuk menyalahkan apa yang memang sudah menjadi begini adanya.

Ngomong-ngomong soal usia, beberapa hari yang lalu saya menonton konser salah satu band pop rock orbit-an Pete Wentz. Halah ckckckck. Kalau tidak karena gratisan dan kalau tidak karena berlari sejenak setelah ujian Akuntansi Biaya saya pun tidak akan menonton. Walau opportunity cost-nya cukup besar karena harus memunculkan asumsi bahwa tidak ada ujian Ekonomi Moneter di keesokan harinya, setidaknya ada tiga hikmah yang bisa saya dapat dari perhelatan tersebut bahwa:

1. Berada di tengah gerumulan para remaja masa kini sama saja dengan mencelupkan diri ke dalam pasar persaingan sempurna. Barang-barangnya homogen, dan secara jangka panjang hasilnya benar-benar zero economic profit.
2. Kaos, jeans, sepatu keds, handuk dan tas punggung sudah menjadi outfit yang terlupakan di perhelatan semacam itu.
3. Zaman sudah berubah, Bung!

Untuk itu, mari kita lihat seperti apa zaman di keesokan hari. Selamat tidur.

Cheers :)
Mayang Arum Anjar Rizky.

Read more...

Belagak Sotoy Padahal Ngga Ngerti.

Monday, 1 February 2010

Ada 5 yang gue jagokan di Grammy kali ini.

* Bruce Springsteen
* Imogen Heap
* Phoenix
* Dave Matthews Band
* Brendan O'Brien

Sebenarnya tambah 1 lagi kesukaan gua, Jason Mraz. Tapi entah kenapa jujur saja, rasa kagum gue menurun dengan beliau haha. Barangkali dikarenakan lagunya udah sering banget diputar-putar di mana-mana dan semakin banyak orang yang suka. AH! Sayang sekali, padahal judul Blog ini kan The Remedy, dijiplak plak plak dari judul lagu Jason Mraz yang pertama kali membuat gue jatuh cinta padanya. Tapi ngga papa, selama ia masih berkarya, saya masih akan tetap menikmati walau jenuh.

Kategori Album of The Year:
Sayang sekali Big Whiskey and the Groogrux King-nya Dave Matthews harus kalah dari Fearless-nya Taylor Swift. Tapi emang saingannya berat sih, ada The Fame-Lady Gaga, The E.N.D-Black Eyed Peas, sama I Am... Sasha Fierce-Beyonce. Tapi tetap saja dari kesemuanya gue lebih milih Dave Matthews. Haha subjektif.

Kategori Best Male Pop Vocal Performance:
Make it Mine-nya Jason Mraz mengalahkan This Time-John Legend, Love You-Maxwell, If You Don't Know Me By Now-Seal, dan All About the Love Again-Stevie Wonder. Boseeeeeeeeen dengerin Jason Mraz.

Kategori Best Pop Collaboration with Vocals:
Lucky-nya Jason Mraz & Colbie Caillat berhasil mengalahkan Sea Of Heartbreak-nya Rosanne Cash & Bruce Springsteen, Love Sex Magic-nya Ciara & Justin Timberlake, Baby, It's Cold Outside-nya Willie Nelson & Norah Jones, dan Breathe-nya Taylor Swift & Colbie Caillat. Sama aja, bosen gua.

Kategori Best Pop Instrumental Performance:
The Fire-Imogen Heap kalah dari Throw Down Your Heart-nya Béla Fleck. Yang nominasi lainnya, gue ngga ngerti haha udah tingkat tinggi seleranya.

Kategori Best Solo Rock Vocal Performance:
Yak, Working on A Dream-nya Bruce Springsteen ngalahin Prince sama Bob Dylan. \m/

Kategori Best Rock Song:
Gue suka deh lirik 21 Guns-nya Green Day, menohok. Tapi kali ini subjektif, jadi gue manjagokan Working on A Dream-nya Bruce Springsteen. Tapi ternyata, kalah. Hahaha. Yang menang songwriters dari Use Somebody-nya Kings of Leon.

Kategori Best Rock Album:
Yak, Reprise dengan 21st Century Breakdown-nya Green Day berhasil mengalahkan Columbia Records dengan Black Ice dari AC/DC, Interscope dengan No Line On The Horizon-nya U2, serta kalo yang ini wajar RCA Records dengan Big Whiskey And The Groogrux King-nya Dave Matthews Band. Hehe.

Kategori Best Alternative Album:
Nah kalo yang ini dari awal gue sudah memprediksi pasti Wolfgang Amadeus Phoenix-nya Phoenix menggantikan In Rainbows-nya Radiohead tahun lalu. Dan ternyata benar, meskipun saingannya berat ada David Byrne & Brian Eno, Death Cab For Cutie, Depeche Mode, sama Yeah Yeah Yeahs. Tapi Phoenix memang juara :)

Kategori Best Pop/Contemporary Gospel Album:
Ehh Jars Of Clay masuk nominasi loh! Hehe dengan albumnya The Long Fall Bck To Earth. Meskipun kalah, tapi keren juga. Ini band hampir setipe sama Switchfoot, musiknya ber-spiritual relationship yang oke.

Kategori Best Compilation Soundtrack Album For Motion Picture, Television, or Other Viual Media:
Yes, Twilight kalah. Meskipun ada Bella's Lullaby-nya Carter Burwell dan Muse. Tapi entah kenapa agak sensitif karena Paramore banyak ngisi track. Maaf, kembali subjektif. Yaaah tapi emang OST Slumdog Millionaire berhak menang kok, India's invasion ngga hanya di ekonomi saja ternyata tapi juga di dunia permusikan :')

Kategori Best Song Written for Motion Picture, Television or Other Visual Media:
Yah, The Wrestler-nya Bruce Springsteen kalah dari Jai Ho.

Kategori Best Engineered Album Non-Classical:
Ini dia baru namanya penyanyi yang jenius. Engineer-nya artisnya sendiri. Selamat untuk Imogen Heap dengan Ellipse-nya, sungguh tidak sabar melihatmu di Jakarta tanggal 31 Maret.

Kategori Producer of The Year Non-Classical:
Benar kan, Brendan O'Brien menang. Ini dia album-album yang diproduserinya, Black Ice (AC/DC), Crack The Skye (Mastodon), The Fixer (Pearl Jam), Killswitch Engage (Killswitch Engage), dan Working On A Dream (Bruce Springsteen).

Banyak yang ngga setuju ketika Zac Brown Band ngalahin MGMT di kategori Best New Artist. Sabar yaa, penilaian orang beda-beda. Apalagi juri-jurinya. Ini gue berasa udah paling jago aja yah, padahal kalo dilihat-lihat, sisi ke-mainstream-an gue masih ada. Lagian yah, gue tidak malu untuk mengatakan bahwa gue suka pop. Malah justru gue mengakui bahwa gue tidak mengerti jazz. Makanya agak kecewa gue ketika Jason Mraz dateng ke sini di Java Jazz. "Apanya yang jazz?" begitu kira-kira pertanyaan yang ada di kepala anak pop 90-an.

Yaah, mau Grammy kek, gretong kek, cepat kemari Imogen Jennifer Jane Heap! Saya tidak sabar. Lihat list inspirators saya di sebelah, benar-benar berkah tiap tahun. 2008 Switchfoot, 2009 Jason, 2010 (insya Allah jikalau ada uang, bukan kalau jadi) Imogen. Ahhhhh, Float reunian lagi dong bikin album baru di 2011 :)

Read more...

  © Mayang Rizky The Remedy by Mayang Rizky

Back to TOP